Kerap Bingungkan Masyarakat, PBNU Minta Luhut Tidak Banyak Bicara Soal Penanganan Covid-19



Satuindo.com ~ Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan telah membantah jika kebijakan pemerintah berubah-ubah dalam menangani pandemik virus corona baru (Covid-19).

Saat melakukan video conference bersama sembilan Rektor Rabu (20/5), Luhut menjelaskan bahwa pemerintah menyesuaikan perkembangan dinamika yang terjadi.

Luhut bahkan meminta para Rektor untuk membantu mensosialisasikan kepada mahasiswa dan diteruskan ke masyarakat terkait gagasan berdamai dengan Covid-19.

“Berdamai itu maksudnya adalah tetap patuh terhadap protokol kesehatan, pola hidup masyarakat pun harus banyak berubah, harus berpola hidup lebih bersih dan lebih sehat,” katanya.

Pernyataan Luhut pun direspons Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang ekonomi, Umarsyah. Akibatnya justru

Ia mengaku heran dengan banyaknya pihak dari pemerintah yang bicara soal penanganan Covid-19. Akibatnya justru silang pendapat pernyataan antar pejabat pemerintahan Jokowi itu justru menimbulkan kegaduhan.

Menurut Umarsyah, di tengah pandemik Covid-19 yang kasus terjangkit terus meningkat tajam, sebaiknya tidak perlu banyak pihak pejabat pemerintah yang angkat bicara terkait Covid-19.

Umar melihat, banyaknya pejabat yang menyampaikan pandangannya justru membuat apa yang disampaikan dan jadi kebijakan Presiden Joko Widodo semakin rancu dan membungungkan masyarakat.

"Banyak pihak dari birokrasi angkat bicara semakin menimbulkan miss persepsi. Para pejabat yang muncul ke permukaan mau sosialisasi, kenyataan berbicara berdasarkan persepsi masing-masing, sehingga ketika mencoba menjelaskan apa yang disampaikan presiden malah menjadi rancu. Akhirnya banyak pernyataan presiden Jokowi jadi objek bullyn," demikian kata Umarsyah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis malam (21/5).

Umarsyah kemudian menyontohkan pernyataan Luhut terkait Covid-19 malah terkesan mengalahkan presiden Jokowi. Faktanya, pernayataan Luhut kerap menimbulkan bias dan memunculkan kegaduhan.

"Pejabat sekelas Luhut mencoba tampil terus mengalahkan presidennya. Kenyataan apa yang disampaikan bias, pernyataan ketika bicara sosialisasi kebijakan itu tidak tepat. Saat seperti ini kok malah minta Rektor sosialisasi, padahal akademisi khususnya para rektor saat ini ada di menara gading. Kalau pemerintah menurukan sosok menaragading itu aneh di masyarakat," demikian kata Pria kelahiran Kota Metro Lampung ini.

"Dalam penanganan Covid-19 harusnya pembangian kerja jelas, siapa yang bekerja di sektor hulu, hilir, siap yang jadi speaker pemerintah sehingga tidak terjadi bias komunikasi," tambahnya.

Di masa pandemik seperti saat ini, sangatlah wajar apabila pemerintah melakukan penyesuaian mekanisme. Meski demikian, tambah Umar, harus dipahami oleh pemerintahan Jokowi bahwa Covid-19 bukan hanya masalah medis. Perlu keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

"Pemerintah tidak perlu berlomba-lomba tampil sebagai tukang sosialisasi, tukang publish. Konsep-konsep langkah pemerintah harus diperjelas supaya tidak membingungkan, Peningkatan partisipasi masyarakat juga perlu. Tidak mungkin pemerintah berjalan sendiri dan tidak melibatkan elemen masyarakat, organisasi sosial kemasyarakatan," demikian kata Umarsyah.



Resource : rmol.id

1 Response to "Kerap Bingungkan Masyarakat, PBNU Minta Luhut Tidak Banyak Bicara Soal Penanganan Covid-19 "

  1. ===Agens128 Bandar Judi Online===
    Pakai Pulsa Tanpa Potongan
    Juga Pakai(OVO, Dana, LinkAja, GoPay)
    Support Semua Bank Lokal & Daerah Indonesia
    Game Populer:
    =>>Sabung Ayam S1288, SV388
    =>>Sportsbook,
    =>>Casino Online,
    =>>Togel Online,
    =>>Bola Tangkas
    =>>Slots Games, Tembak Ikan, Casino
    Permainan Judi online yang menggunakan uang asli dan mendapatkan uang Tunai
    || Online Membantu 24 Jam
    || 100% Bebas dari BOT
    || Kemudahan Melakukan Transaksi di Bank Besar Suluruh INDONESIA

    WhastApp : 0852-2255-5128
    Agens128 Agens128

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close