Pria Pembuat Video Adu Domba TNI Polri Bukan Orang Sembarangan, Akhirnya Minta Maaf dan Menyesal

Satuindo ~  Kepolisian Resor Cirebon bersama Tim Resmob Ditreskrimum Polda Jabar menangkap pria berinisial Iwan Adi Sucipto/IAS (49) di rumahnya di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin dini hari (13/5/2019).

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mengatakan, tim gabungan langsung menangkap IAS yang sedang berada di rumah tanpa perlawanan.

“(Pukul) 01.30 WIB anggota kami bersama tim Resmob Ditreskrimum Polda Jabar telah menangkap seseorang yang telah membuat video dan memviralkan yang bermuatan ujaran kebencian dan provokatif.

Pelaku kami amankan di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber,” kata Suhermanto.

Pelaku kemudian bersama kerabat dan kuasa hukumnya dibawa ke Mapolres Cirebon.

Suhermanto mengatakan, pihaknya mendalami motivasi IAS membuat dan menyebarkan video yang cenderung mengadu domba TNI dan Polri.

"Tentu saja kami akan melakukan pemeriksan secara intensif, motivasi dan tujuan dari pembuatan video tersebut,” kata Suhermanto.

Video berdurasi 01.57 detik yang berisi rekaman IAS tersebar luas di media sosial.

Video tersebut diposting ulang sejumlah warganet dan menjadi viral.

Berdasarkan data yang didapat polisi, IAS mengunggah video provokatif itu pada Minggu (12/5/2019).

Lalu Senin malam, tim langsung bergerak dan menangkap pelaku.

Suhermanto menilai, konten video tersebut sangat berbahaya lantaran provokatif dan hendak mengadu domba TNI dan Polri.

Selain konten video provokatif, lanjut Suhermanto, pelaku juga diduga menyebarkan berita bohong bahwa pada 22 Mei mendatang adalah hari ulang tahun PKI.

22 Mei adalah pengumuman hasil Pilpres 2019 oleh KPU.

Informasi terbaru polisi telah menetapkan IAS (49) sebagai tersangka.

Kapolres Cirebon menyampaikan, usai ditangkap pada Senin (13/5/2019) dini hari, polisi langsung melakukan pemeriksaan.

Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, tim penyidik sudah memeriksa IAS sekitar enam jam.

“Sejak setelah subuh tadi, hingga saat ini masih dalam pemeriksaan.

Kami akan terus dalami secara intensif, terkait motivasi dan tujuan yang bersangkutan,” kata Suhermanto.

Kepada Kompas.com, Suhermanto menjelaskan tim Mabes Polri serta Polda Jawa Barat sedang dalam perjalanan menuju Cirebon dan dijadwalkan tiba pada Senin malam.

Kata Suhermanto, rencananya kasus tersebut akan dilimpahkan ke Polda Jawa Barat.

“Kami masih menunggu. Nanti kami kabarkan,” pungkasnya.

Suhermanto mengakui video viral IAS (49) bermuatan provokasi adu dompa TNI-Polri memiliki kaitan dengan Pemilu 2019.

Dia melakukan ajakan kepada masyarakat untuk berangkat aksi 22 Mei mendatang.

“Tentu saja ada hubungannya dengan pemilu 2019. Dia (IAS) mengajak masyarakat untuk datang ke Jakarta pada tanggal 22 Mei mendatang,” katanya.

“Haqul yakin seluruh keluarga saya TNI siap, tatkala ada korban, maka TNI akan tempur dengan Polri.

Jangan main-main. Tidak semuanya mengikuti Panglima...” ujar Iwan di video berdurasi 1 menit 58 detik tersebut.

Pria yang pernah meraih penghargaan usai mengungkap 1,3 ton ganja di Jakarta Barat 2018 lalu, menghimbau agar warga tidak mudah terprovokasi dengan melakukan tindakan-tindakan inkonstitusional.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menyejukan sampai dengan nanti pengumuman KPU tanggal 22 Mei. Jangan sampai ada berita-berita provokatif yang mengajak masyarakat melakukan aksi-aksi inkonstitusional,” katanya.

Tersangka IAS diancam Pasal 45 A ayat 2 Junto Pasal 28 Ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI 11 tahun 2008 tentang ITE, dan atau pasal 14 dan atau asal 15 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda 500 juta.

IAS (49), akhirnya menyatakan permohonan maaf.

Dia juga menyesali perbuatannya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ibrahim Kadir Tuasamu, kuasa hukum IAS, usai menemani proses pemeriksaan IAS di Mapolres Cirebon, Senin (13/5/2019).

Ibrahim mengatakan, apa yang disampaikan IAS di dalam video itu hanya bentuk emosi.

Dia juga merasa sangat bersemangat sebagai salah satu tim relawan dan sekaligus tim sukses nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ibrahim mengatakan, IAS hanya ingin Indonesia mendapat pemimpin yang berakhlak mulia.

IAS membuat sekaligus menyebarkan video tersebut berdasarkan inisiatif pribadi.

“Beliau minta maaf dan ada penyesalan juga,” kata Ibrahim kepada sejumlah wartawan, Senin.

Ibrahim mengatakan, proses pemeriksaan IAS dilakukan sejak pukul 02.00 WIB hingga 09.00 WIB.

IAS menjawab seluruh pertanyaan dari penyidik secara kooperatif.

Ibrahim akan melihat dan menjalani proses penanganan hukum IAS.

Dia juga akan berkoordinasi dan meminta bantuan hukum dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) tingkat pusat.

Mereka akan melakukan langkah hukum berupa praperadilan.

“Besok saya akan ke Jakarta (tim BPN).

Saya akan sampaikan kepada tim pengacara di Jakarta.

Kita mau bagaimanakan.

Saya dan IAS sudah koordinasi dan mereka menjawab ikuti saja.

Apapun yang diminta pihak berwajib, sampaikan, tidak ada yang ditutupi,” kata Ibrahim.

Ibrahim menjelaskan IAS bukan orang sembarangan.

IWAN AS adalah pimpinan salah satu pondok pesantren di Cirebon dan memiliki majelis taklim.

Dia juga dosen di sejumlah perguruan tinggi di Cirebon.

DILIMPAHKAN KE POLDA JABAR

Penanganan kasus IAS (49), pria pembuat video provokasi adu domba TNI-Polri, dilimpahkan ke Polda Jawa Barat ( Jabar), Senin (13/5/2019) malam.

Pantauan Kompas.com di Mapolres Cirebon, IAS sudah berada di ruang pemeriksaan selepas magrib.

Tim gabungan dari Reskrim Polres Cirebon bersama Resmob Ditkrimum Polda Jabar berulang kali keluar masuk ruang penyidikan.

Salah satu tim gabungan keluar dari ruangan sambil membawa kardus yang berisi beberapa dokumen.

Mereka juga mengeluarkan tas besar yang berisi perlengkapan pakaian IAS dan dimasukkan ke dalam mobil.

IAS keluar dari ruang pemeriksaan dengan ditutupi jaket.

Tim Resmob Ditkrimum Polda Jawa Barat langsung memasukkan IAS ke dalam minibus.

Sekitar pukul 20.00 WIB, mereka berangkat dari Polres Cirebon menuju Polda Jabar.

Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Kartono Gumelar menyampaikan, proses penanganan kasus IAS dilimpahkan ke Polda Jawa Barat karena masuk dalam kasus lex specialis.

Proses pengembangan berikutnya juga akan dilakukan tim Polda Jabar.

“Satreskrim Polres Cirebon dalam penangan kasus ujaran kebencian dan provokasi ini selanjutnya kerjasama dengan tim siber dari Polda Jabar, dan penanganan dilimpahkan ke Polda Jabar. Ini akan dikembangkan lex spesialis,” kata Kartono Gumelar kepada sejumlah wartawan, Senin.

Pria yang akrab disapa Kagum ini menyebut, proses pemberkasan sejak awal penangkapan hingga pemeriksaan, sudah lengkap.

Pihaknya juga sudah melimpahkan sekaligus serah terima perkara sudah dilakukan.

Dalam proses pemeriksaan, tim penyidik memberikan sekitar 30 pertanyaan dalam waktu sekitar empat jam. Polisi juga memeriksa sebanyak lima orang sebagai saksi dalam kasus tersebut.

MABES TNI ANGKAT BICARA

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi menegaskan, TNI- Polri sangat solid.

Oleh sebab itu tidak akan mudah dibenturkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

“TNI-Polri saat ini sangat solid. Jadi tidak akan mudah dibenturkan oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab,” ujar Sisriadi kepada Kompas.com, Senin (13/5/2019).

Sisriadi melanjutkan, TNI tidak akan mengintervensi langsung pria di dalam video tersebut.

TNI menyerahkan perkara tersebut sepenuhnya ke aparat kepolisian.

“Orang di dalam klips (video) itu sudah ditangani aparat.

Kalau informasi itu benar, tindak lanjut penanganannya ditanyakan saja ke Mabes Polri,” ujar Sisriadi.

Sumber :http://medan.tribunnews.com/2019/05/14/pria-pembuat-video-adu-domba-tni-polri-bukan-orang-sembarangan-akhirnya-minta-maaf-dan-menyesal?page=all

2 Responses to "Pria Pembuat Video Adu Domba TNI Polri Bukan Orang Sembarangan, Akhirnya Minta Maaf dan Menyesal"

  1. DISINI, jangan takut tertipu dan langsung dicoba dahulu dengan nominal deposit Rp 10.000,-kamu tidak akan menyesal bergabung dengan VITAPOKER. Selamat Bergabung dan Salam Jackpot !


    Promo Terbaru Poker Online – Promo Menjelang Ramadhan Pokervita 1440 Hijriah
    KLIK SINI LANGSUNG!!!


    Informasi Lebih Lanjut:
    | Whatsapp : +62 812-222-2996
    |lINK KAMI di : WWW.POKERVITA.VIP

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close