11 Rumah Rawan Bencana di Probolinggo Urung Direlokasi, Mengapa?



Satuindo.com ~ Probolinggo - Rencana relokasi 11 rumah warga di Desa Andung, Kecamatan Tiris, Probolinggo, yang berada di titik rawan bencana banjir dan longsor belum dilakukan. Penyebabnya adalah masih terkendalanya ketersediaan lahan.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi. Menurut Anggit, relokasi rumah warga yang berada di daerah rawan bencana, tidak bisa dilakukan lantaran warga tidak memilki lahan lainnya.

Anggit mengatakan sebenarnya relokasi rumah warga bisa segera dilakukan, asal tersedia lahan pengganti yang bersertifikat.

"Sebetulnya untuk membangun rumah warga itu bisa. Melalui anggaran Dinas Perumahan dan Permukiman lewat program RTLH (Rumah Tidak layak Huni)," ujar Anggit saat dihubungi detikcom, Rabu (13/3/2019).

Dikatakan Anggit, Perhutani sebenarnya telah bersedia untuk menyiapkan lahan relokasi dibangunnya rumah warga, dengan syarat mengirimkan surat ke kementrian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan BUMN untuk pengajuan lahan.

"Surat menyurat sudah dilakukan Bupati Probolinggo, sekitar sebulan lalu. Tapi sampai sekarang, belum ada jawaban," kata Anggit.

Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Probolinggo, sekitar 11 rumah warga di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris perlu segera direlokasi ke tempat yang lebih aman dari ancaman bencana.

Sejumlah rumah itu, umumnya berada di daerah tepian Sungai Pekalen yang jaraknya hanya sekitar 3 hingga 5 meter dengan bibir sungai.

"Kami dan masyarakat berharap, ada jawaban dulu dari pihak terkait untuk ketersediaan lahan, sebagai tempat relokasi rumah warga. Kalau memang nanti tetap tidak ada tanggapan, kemungkinan bupati berkirim surat lagi," lanjut Anggit.

Namun demikian, Anggit bersyukur ada progres tahun ini di daerah atas yakni Desa Lawang Kedaton, Kecamatan Tiris yang rawan longsor.

Menurutnya dalam waktu dekat, Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyar) akan membangun Plengesengan, di permukiman warga agar aman dari bencana.


Resource : detik.com

1 Response to "11 Rumah Rawan Bencana di Probolinggo Urung Direlokasi, Mengapa?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close