Cerita Zohri Tetap Berlari Meski Sudah Lewati Finish, Bukan Cari Bendera Melainkan Hindari Ini



Satuindo.com ~ Lalu Muhammad Zohri akhirnya buka suara soal rumor mengenai sejumlah insiden dan kisah dibalik kemenangannya pada lomba lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018.

Nama Zohri tiba-tiba saja melejit setalah menempati urutan pertama dengan torehan waktu tercepat, yakni 10,18 detik Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tempere, Finlandia, Rabu (11/7/2018).

Seiring kabar prestasi membanggakan itu datang, timbul pula sejumlah kisah dibalik kesuksesan Zohri.

Satu diantaranya yakni soal uang Rp 400 ribu yang diminta Zohri dari sang kakak untuk membeli sepatu.

Akun Instagram @anindyaputri mengunggah video ketika Menteri Pemudan dan Olahraga Imam Nahrawi menanyakan soal kebenaran dari kabar tersebut pada Zohri.

"Itu ngomong-ngomong kamu minta uang Rp 400 ribu untuk beli sepatu gimana ceritanya ?" tanya Imam Nahrawi kepada Zohri.

"Oh dulu pas pertama di diajak latihan sama guru olahraga saya," jawa Zohri.

"Oh bukan kemarin berangkat ke Finlandia itu ? bukan ?" timpal Imam.

Zohri berujar bahwa sebelum pergi ke Finlandia juga dirinya sempat meminta uang pada kakaknya.

""Itu juga saya minta uang dengan kakak," kata Zohri.

Imam menanggapinya bahwa Zohri sudah mendapat uang dari Pelatnas.

"Kok minta ke kakak gimana ?" kata Imam.

"Itu kan sebelumnya," kata Zohri.

"Sebelum dia direkrut Pelatnas pak," timpal seorang lelaki di samping kanan Zohri.

Menurut pria di samping kanan Zohri, cerita tersebut hanya dikarang oleh netizen.

Zohri menerangkan, kejadian waktu dirinya meminta uang pada kakaknya bukan sebelum berangkat ke Finlandia.

"Dulu itu pak, dikasih berapa waktu itu, Rp 200 ribu," jelas Zohri.

Imam Nahrawi lantas tertawa mendengar pengakuan dari Zohri.

"Terus kekurangannya dapat dari mana ?" tanya Imam.

Zohro menjelaskan bahwa saat itu dirinya menabung untuk menutup kekurangan.

"Saya nabung pak, dapat dari jajan sekolah," kata Zohri.

Bukan cuma soal uang dan sepatu, Zohri juga menjelaskan insiden yang disebut-sebut ketiadaan bendara merah putih saat selebrasi kemenangan.

"Sebenarnya saya habis tanding, lari itu, saya lihat kan nama saya, saya kan langsung sujud, habis sujud saya lompat naik ke atas cuma ditarik tim officialnya ya mungkin disuruh wawancara karena saya takut diwawancarai, kan saya ga tau bahasa Inggris," cerita Zohri.

Mendengar penjelasan Zohri, seisi mobil termasuk Menpora langsung tertawa.

"Bahasa Sasak ngerti," kata Imam Naharawi.

Setelah kejadian itu, lanjut Zohri, barulah ada seseorang yang melempat bendera merah putih.

"Ya saya pakai," kata Zohri.

Menurut Zohri, orang yang melempat bendera merah putih itu bukan pelatihnya.

Karena, saat itu pelatihnya terlambat.

"Jadi sebenarnya si Kikin itu sudah pegang bendera, cuma waktu dia panggil si Lalu, Lalu gak dengar, stadionnya udah rame kan pak, untuk turun dia harus muter lagi ada ruangan room cold," kata pria di samping kanan Zohri.

Zohri tiba di Tanah air disambut meriah, baik oleh masyarakat, PB PASI hingga Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi di Bandara Soekarno Hatta.


Resource : tribunnews.com

0 Response to "Cerita Zohri Tetap Berlari Meski Sudah Lewati Finish, Bukan Cari Bendera Melainkan Hindari Ini"

Post a Comment

close