Soal Parpol Setan, Begini Kata Tjahjo Kumolo



Satuindo.com ~  Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, memberikan komentar atas pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, yang menyebut parpol Allah dan parpol setan. Menurut Tjahjo, normal jika dalam kontestasi politik ada parpol yang mendukung pemerintah dan parpol oposisi pemerintah.

"Munculnya terminologi parpol Allah dan partai setan, atau parpol besar dan parpol kecil sah dalam demokrasi. Namun demikian dalam setiap kontestasi, tentu ada parpol menang dan parpol yang kalah," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (14/4).

Tjahjo juga menyebut kondisi tersebut merupakan hal yang logis dalam dinamika politik. Parpol yang menang, biasa membentuk koalisi dengan pemerintah (koalisi pemerintahan).

"Sementara itu, parpol yang kalah silakan membentuk koalisi opisisi dalam ranah parpol yang kalah. Itu sah dalam demokrasi," kata Tjahjo.

Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo mengatakan hal yang disampaikan Amien Rais itu adalah dalam konteks tauhid Islam sesuai Alquran. Pernyataan Amien Rais soal partai setan bukanlah dalam konteks parpol.

Dijelaskannya, rujukan Amien Rais adalah kata hizballaah dari Al Maidah ayat 56. Alquran terjemahan Kementerian Agama mengartikannya sebagai “pengikut (agama) Allah”. Kata “hizb” ini bisa diartikan sebagai golongan, kelompok, grup atau partai.

"Namun kata partai ini tidak otomatis berarti partai politik. Al Maidah 56 juga menegaskan bahwa hizballaah itu adalah orang-orang yang menang,” kata Dradjad, dalam siaran persnya, Ahad (14/4).

Lawannya adalah hizbasy-syaithoon, ada di surat Al Mujaadilah ayat 19. Dalam Alquran terjemahan Kementerian Agama, hizbasy-syaithoon ini diartikan sebagai “golongan setan”. Merekalah yang merugi.

"Apa ciri-ciri keduanya? Silakan baca sendiri Al Maidah 55-56 dan Al Mujaadilah 19,” ungkap Dradjad.

Amien Rais, kata Dradjad, sama sekali tidak membagi parpol menjadi Partai Allah vs Partai Setan. Tidak ada kata-kata parpol dalam ucapan Amien Rais.

"Beliau menyebut partai, itu artinya kelompok atau golongan. Lebih besar dan lebih luas dari sekadar partai politik,” kata politikus senior PAN ini.

Sebagai bukti, Dradjad meminta agar melihat kutipan pernyataan Amien Rais, yaitu: “bukan hanya PAN, PKS dan Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah”.

Termasuk kutipan berikut: “Orang-orang yang anti-Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya... Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan”.

Jadi, kata Dradjad, jelas yang dimaksud Amien Rais dengan kata “partai” itu adalah “kelompok” atau “golongan/pengikut”, bukan partai politik. Hal ini juga berlaku untuk istilah “partai besar”.

"Karena itu, dengan segala kerendahan hati, izinkan saya mengajak kita semua melihat hal ini dari kacamata tauhid Islam. Bukan kacamata partai politik. Sehingga, tidak perlu terjadi kontroversi terkait hal ini,” papar Dradjad.

Sebelumnya, pernyataan Ketua Dewan kehormatan PAN, Amien Rais yang menyebut tentang Partai Allah dan Partai Setan menjadi kontroversial. Pernyataan Amien usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, ini, dianggap sebagai pendikotomian partai politik.

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan," ujar Amien.


Resource : republika.co.id

0 Response to "Soal Parpol Setan, Begini Kata Tjahjo Kumolo"

Post a Comment

close
Banner iklan disini