Tinggal Di Becak Tabungan Dua Kakek Ini Luar Biasa, Nasib yang Di Surabaya Kini Mengkhawatirkan

Dua pengayuh becak yang punya tabungan dengan nominal fantastis, Daskim (kiri), Asnan (kanan) 

Satuindo.com ~ Di Surabaya kini sedang ramai diperbincangkan soal kakek penghuni becak yang memiliki tabungan sebanyak Rp 48 juta.

Pengayuh becak di Surabaya ternyata bukan orang yang pertama.

Di Kota Bogor juga ada seorang kakek pengayuh becak dengan tabungan luar biasa.

Mereka berdua sama-sama menghabiskan waktu di atas becak tuanya.

Meski sudah berusia renta, kedua kakek ini tetap memilih untuk tinggal di becaknya.

Hidup jauh dari rumah tak membuat kedua kakek ini kekurangan.

Keduanya sama-sama menyimpan uang tabungan di bawah jok becaknya.

Nilainya tak main-main.

Dari bawah jok becak kakek Asnan petugas menemukan uang Rp 48.970.000.

Sedangkan dari becak kakek Daskim, petugas menemukan uang sekitar Rp 20 juta.

Lalu bagaimana mereka menjalani hidupnya ?

Simak kisah keduanya di bawah ini :

Kakek Asnan

Melansir Kompas.com, Seorang kakek pengayuh becak mendadak dilarikan ke RSU dr Soetomo Surabaya, Rabu (21/3/2018) siang, oleh petugas Linmas Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya.

Kakek bernama Asnan itu ditemukan bersandar lemas di becaknya yang sedang diparkir di Jalan Teratai, Surabaya.

Di becak miliknya ditemukan banyak perlengkapan, mulai dari baju hingga peralatan mandi.

Bagi Asnan, selain sebagai sarana mencari rezeki, becak juga sebagai rumah tempatnya berteduh.

Sehari dirawat di RSU dr Soetomo, Asnan divonis dokter terkena virus TBC.

Asnan dirawat di RS Dr Soetomo, Surabaya, Kamis (22/3/2018).

"Sampai hari ini Pak Asnan masih dirawat intensif. Di ruang isolasi. Belum ada keluarga yang menjenguknya," kata Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun, Kamis (22/3/2018).

Meski hidup tidak menentu di atas becak, ternyata Asnan rajin menabung.

Hal itu diketahui setelah petugas menemukan uang puluhan juta rupiah di bawah jok becaknya.

Uang kertas berbagai pecahan itu dibungkus dengan karet.

Asnan di dalam becaknya ()

"Uang tersebut kami amankan. Setelah kami hitung bersama aparat kecamatan dan disaksikan berbagai pihak, jumlahnya Rp 48.970.000," jelas Ridwan.

Sembari menunggu kondisi Asnan pulih, Ridwan menambahkan, pihaknya kini sedang menelusuri keluarga dekat Asnan.

Pihak kecamatan mengaku kesulitan karena kakek pengayuh becak tersebut tidak memiliki satu pun kartu identitas.

"Untuk pengobatan Pak Asnan ditanggung BPJS. Semua administrasinya sudah diurus Pemkot Surabaya," ucap Ridwan.

Kakek Daskim

Bantuan yang mengalir kepada Daskim (60), pria tua yang tinggal di becak di Jalan Paledang, Bogor Tengah, kota Bogor, sudah mencapai Rp 20 juta.

Daskim mengaku setiap bantuan uang yang diterima oleh pria kelahiran tahun 1951 ini, selalu dititipkan ke warung didekatnya mangkal sehari-hari.

"Pokonya (uangnya) ada di warung," kata Daskim kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (15/11/2015).

Soal jumlah uang tabungannya, mencapai Rp. 20 juta, Daskim hanya tertawa terbahak.

"Katanya memang segitu, ha-ha-ha-ha," ujar pria kelahiran Cirebon ini terbahak.

Daskim, tukang becak yang menghabiskan hidupnya selama 15 tahun di becaknya.

Sebelumnya, Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Bogor, rencananya akan mengantarkan Daskim ke Cirebon.

Sejak tadi malam, Daskim tidur di kantor Dinsosnakertrans Kota Bogor.

"Iya mau pulang dulu. Aki jadi teu boga katenangan (Kakek jadi tidak punya ketenangan)," kata Daskim, kepada TribunnewsBogor.com.

Daskim menuturkan, setiap harinya, ia kedatangan puluhan warga yang hendak memberi bantuan.

"Satu hari paling nanti balik lagi," ujarnya.

Daskim, rencananya akan diantarkan pulang ke Cirebon oleh Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Bogor.

Daskim duduk santai di atas becaknya sambil menikmati malam di trotoar, Jalan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat.

"Hari Jumat, Sabtu dan Minggu, aki sudah harus ada di Bogor lagi, karena hari itu banyak pengajian," kata Daskim.

Daskim dibawa ke Dinas Ketenagakerjaan, Sosial, dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kota Bogor, Kamis (12/11/2015) untuk dipulangkan ke Cirebon.

Daskim dijemput oleh Kepala Bidang Pelayanan Sosial, Enong Maesaroh, bersama stafnya.

"Iya tadi dijemput ke Jalan Paledang. Di ajak makan dulu, terus dibawa ke Disnakersostrans," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Bogor, Encep Moh Ali Alhamidi, kepada TribunnewsBogor.com.

Rencananya, Daskim akan dipulangkan ke Cirebon, ke tempat asalnya.

"Mau pulang (ke Cirebon) katanya. Tapi nanti lihat dulu mau gimana si Abahnya," kata staf Bidang Pelayanan Sosial, Arwin.

"Tadi sih, Abahnya lagi istirahat di rumah singgah. Tapi katanya sekarang lagi dibawa Bu Enong ke Balaikota," ujarnya lagi.


Resource : tribunnews.com

0 Response to "Tinggal Di Becak Tabungan Dua Kakek Ini Luar Biasa, Nasib yang Di Surabaya Kini Mengkhawatirkan "

Post a Comment

close