OK OCE Anies-Sandi jangan bunuh pedagang kecil



Satuindo.com ~ Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencoba membuka lapangan pekerjaan dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui program OK OCE. Nantinya akan banyak gerai-gerai yang menjual kebutuhan pokok, di mana suplaynya berasal dari PD Pasar Jaya.

Bahkan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno baru saja meresmikan gerai OK OCE pertama. Gerai yang bermitra dengan PD Pasar Jaya ini terletak di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Munculnya gerai OK OCE sebagai bukti konkret dari kerjasama BUMD, Pemprov DKI dan masyarakat.

Namun, anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman mengingatkan, program OK OCE jangan sampai menyebabkan usaha rakyat kecil mati. Sekalipun niatan Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno baik, tetap masyarakat kelas menengah bawah mendapatkan perhatian.

"Jangan sampai uoaya itu mematikan pedagang kecil juga. Harus ada solusi untuk pedagang kecil jangan sampai mematikan mereka," katanya kepada merdeka.com, Rabu (21/3).

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Syarif meminta Anies-Sandi jangan terlalu terlena dengan keberhasilan di tahun pertama dalam program OK OCE. Evaluasi terhadap sistem tersebut tetap harus dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan manfaat.

"Dari sisi sistem OK OCE itu juga harus diperbaiki jika masih ada kekurangan. Misalnya di OK OCE berbasis pada kantor kecamatan. Ada tujuh tahapan sampai akhirnya permodalan. Itu diperbaiki diperkuat. Jadi program ini lebih dekat dengan penikmat program, masyarakat bawah yang berhimpitan kepadatan penduduk," tutupnya.

Untuk merealisasikan program OK OCE, Dirut PD Pasar Jaya Arif Nasrudin mengatakan, supply dan demand merupakan faktor yang menyebabkan terjadi ketidakstabilan harga. Sebab bila keseimbangan antara keduanya terganggu maka akan mempengaruhi stabilitas harga.

Selain kedua faktor tersebut, dia menambahkan, terdapat juga faktor jenis barang. Jenis barang terbagi menjadi dua hal, organik dan unorganik. Salah satu yang kerap melonjak harganya adalah barang organik karena adanya perubahan musim dan lainnya, seperti hama.

"Sehingga ketika alam mempengaruhi sebuah kalender musim maka harus diantisipasi dengan fungsi buffer untuk menjaga tidak beranomali. Hukum demand atau hukum permintaan dipengaruhi juga dengan pembentukan ekosistem distribusi yang diatur oleh pemerintah, walau dalam hukum pasar tetap terjadi sebuah hukum persaingan," kata Arif.

Untuk menjaga harga tetap stabil, Pemprov DKI Jakarta bersama PD Pasar Jaya mencoba memperpendek jalur distribusi kebutuhan pokok. Harapannya agar stabilitas harga dikendalikan oleh pemerintah daerah, bukan mafia pangan.

"Jadi, adanya channel yang saat ini di gerakan melalui OK OCE, merupakan upaya untuk menyederhanakan pola distribusi, sehingga bagian dari ekosistem itu akan memangkas ongkos distribusinya," tutupnya.

Sebelumnya, Sandiaga juga mengapresiasi hadirnya gerai yang berada di tengah-tengah area perumahan tersebut. Gerai yang diberi nama OK OCE Pap n Mam Store itu diharapkannya dapat menekan harga pangan untuk tetap terjangkau, walaupun memasuki bulan Ramadhan.

"Saya betul-betul apresiasi. Ini adalah solusi mau masuk masa Ramadhan. Memastikan harga, memasuki bulan Ramadhan ini, tetap terjangkau. pokoknya harus harga-harga sembako, harga pangan, harga-harga kebutuhan masyarakat terjangkau bagi masyarakat khususnya masyarakat pancoran. Karena terjamin harganya dan terjamin pasokannya," jelasnya.

Selain itu, pengusaha muda ini menyebutkan, dengan hadirnya gerai OK OCE dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat Jakarta. Dia mengharapkan, akan ada gerai OK OCE yang tersebar di 44 kecamatan lainnya.

"Saya bermimpi 44 kecamatan, tiap kecamatan sebagai awal 2-3 gerai OK OCE - Pap n Mam Store. Dan gerai pancoran ini yang awalan," tutupnya.


Resource : merdeka.com

0 Response to "OK OCE Anies-Sandi jangan bunuh pedagang kecil"

Post a Comment

close
Banner iklan disini