Kapolri sebut pengarang novel Indonesia Bubar 2030 bukan ahli Asia Tenggara

Kapolri hadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR. 

Satuindo.com ~ Ramai pandangan bermunculan terkait video Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang memprediksi Indonesia akan bubar pada 2030. Kapolri Jenderal Tito Karnavian, tak mau berlebihan menanggapi ramalan itu karena hanya berdasar pada sebuah novel.

"Landasannya novel fiksionery story saja," tegas Kapolri di sela-sela kunjungan kerja di Bengkulu, Sabtu (24/3).

Disebut-sebut, tulisan itu ada pada kisah fiksi dari sebuah novel fiksi Ghost Fleet: a Novel of The Next World War, karya pengamat militer, Peter W Singer dan August Cole. Sepengetahuan Tito, Peter W Singer dan August Cole memang cukup dikenal dan memiliki reputasi baik dalam political sains.

Namun, spesialisasinya tidak meneliti ke wilayah South East Asia atau Asia Tenggara, apalagi terkait isu Indonesia bubar 2030.

"Mereka tidak expert (ahli) untuk kawasan South East Asia," lanjut Tito.

Justru menurutnya, apa yang disampaikan Prabowo merupakan panggilan pemberitahuan bagi bangsa Indonesia untuk tetap menjaga dan memperkuat persatuan serta kesatuan bangsa. Ditambahkannya, Prabowo memang senang dengan analisis ilmiah dan bersifat akademis.

Namun, dia menegaskan novel fiksi Ghost Fleet bukanlah karya ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademis. Sebab, kontennya tidak akurat dan bukan spesialisasi Asia Tenggara.

"Apa yang disampaikan Beliau itu wake up call bagi kita, semua untuk tetap bersatu," tegas Tito.


Resource : merdeka.com

0 Response to "Kapolri sebut pengarang novel Indonesia Bubar 2030 bukan ahli Asia Tenggara"

Post a Comment

close
Banner iklan disini