Diperiksa KPK sebagai Saksi Dua Tersangka, Begini Beda Ekspresi Para Istri Terdakwa E-KTP

Istri Setya Novanto, Deisti Astiani Tagor, tak bisa menahan tangis saat melihat suaminya, Setya Novanto, memasuki ruang sidang pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Rabu (13/12/2017) siang. 

Satuindo.com ~ Dua istri terdakwa kasus mega korupsi e-KTP diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (27/3/2018).

Keduanya diperiksa KPK sebagai saksi dari dua tersangka kasus e-KTP yakni keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung.

Kedua wanita itu ialah Inayah, istri dari Andi Narogong dan istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor.

Inayah keluar dari loby KPK sekitar pukul 14.16 WIB.

Sementara Deisti mengaku dicecar 26 pertanyaan oleh penyidik KPK.

"Ada 26 ya," kata Deisti, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan seperti dikutip Kompas.com.

Deisti menjalani pemeriksaan kurang lebih selama 3 jam.

Istri mantan Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor (batik cokelat) selesai diperiksa KPK, Selasa (27/3/2018)

Namun, dia enggan membeberkan materi pemeriksaan pada hari ini.

Deisti juga menyatakan tak dikonfirmasi soal kepemilikan aset.

"Enggak ada," ujar Deisti.

Deisti merupakan salah satu pemilik saham di PT Mondialindo Graha Perdana, selain putra dari istri pertama Novanto, Rheza Herwindo.

Mondialindo diketahui menguasai mayoritas saham PT Murakabi Sejahtera.

Putri Novanto, Dwinna Michaella dan keponakannya, Irvanto, memiliki saham di Murakabi.

Sementara, Murakabi merupakan perusahaan yang pernah menjadi salah satu konsorsium peserta lelang proyek e-KTP.

Beda dengan Deisti, Inayah lebih memilih untuk bungkam.

Istri terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP Andi Narogong, Inayah, selesai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (27/3/2018).

Melansir Kompas.com, Perempuan yang mengenakan baju putih dan celana panjang hitam itu terus menunduk saat dicecar awak media seputar pemeriksaannya hari ini.

Wajahnya juga tertutup rambut panjangnya.

Inayah diketahui diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka kasus e-KTP yakni keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung.

Sembari berjalan menuju mobil yang menjemput, dia tetap bungkam.
Dalam kasus e-KTP, Inayah sudah diperiksa sebagai sebagai saksi, baik di KPK maupun pengadilan Tipikor.

Dalam persidangan di pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/8/2017) misalnya, Inayah pernah dikonfirmasi jaksa soal beberapa dari belasan aset yang dimiliki suaminya.

"Di Tebet Timur Dalam saja ada 10 aset, itu perolehan kapan, sumber pembelian dari mana?" ujar jaksa KPK Abdul Basir kepada Inayah.

Menurut Inayah, aset tanah dan bangunan di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan tersebut diperoleh secara bertahap dari tahun 2007 hingga 2015.

Mengenai sumber uang pembelian, menurut Inayah, sebagian kecil berasal dari dia sendiri, dan sebagian besar dari Andi.

Menurut Inayah, Andi memiliki aset di Bali pada tahun 2013. Kepemilikan rumah tersebut atas nama Raden Gede, adik Inayah.

Selain itu, Andi juga membeli rumah di Menteng, Jakarta Pusat. Rumah di lokasi elit tersebut dibeli seharga Rp 85 miliar.

Meski demikian, rumah tersebut dibeli menggunakan nama orang tua Inayah.

"Atas nama Ibu saya, karena pada tahun yang sama, saya ada pembelian properti di Tebet. Jadi seperti kena pajak progresif, maka saya pinjam nama Ibu," kata Inayah.

Inayah pernah mencairkan 3,86 juta dollar AS untuk melakukan pembayaran pembelian rumah di Menteng.

Beberapa kali pembayaran juga dilakukan melalui money changer. Selain itu, Andi juga memiliki satu unit mobil Range Rover tahun 2015 dan satu unit Toyota Alphard.


Resource : tribunnews.com

0 Response to "Diperiksa KPK sebagai Saksi Dua Tersangka, Begini Beda Ekspresi Para Istri Terdakwa E-KTP "

Post a Comment

close